Sunday, September 30, 2012

hmmm...

"Pernah nggak sih kalian ngerasa salah jurusan?"

passion - via tumblr


Pertanyaan itu yang terus-terusan terngiang-ngiang di kepala saya akhir-akhir ini. Salah jurusan? Semua orang ngerasaiinnya atau cuma saya aja yang ngerasa begitu? Entah kenapa akhir-akhir ini saya ngerasa kalau saya salah jurusan masuk Akuntansi. Yah, gatau kenapa baru ngerasain hal itu sekarang. Aneh ya.

Bukan. Bukan karena saya dapet nilai yang jelek ketika saya menekuni jurusan yang sedang saya jalanin sekarang, tapi ini lebih ke passion-nya. Dulu, dua tahun lalu, ketika saya masih kelas 3 SMA, saya belum benar-benar tahu dimana passion saya yang sebenernya. Ketika teman-teman saya sibuk nyari jurusan yang pas buat jurusan kuliah mereka, saya terbawa arus, ngikutin mereka tanpa pernah nanya hati saya sendiri, tanpa pernah nanya apa yang sebenarnya benar-benar saya inginkan.

Dan sekarang setelah memasuki smester 3 di tahun kuliah saya, saya baru sadar kalau sebenernya passion saya bukan di jurusan ini. Bohong kalau saya bilang saya benar-benar ingin jadi seorang akuntan, kerja di depan komputer, nyusun laporan keuangan, sistem akuntansi dan sebagiannya. Bohong kalau saya bilang impian saya benar-benar terbatas di sana, kerena sebenarnya impian saya adalah menjadi seorang penulis. Ya, saya rasa passion saya memang menulis.

Buat saya passion itu sederana. Passion itu adalah sesuatu yang terus-terusan mau saya kerjakan sekalipun ribuan kali saya gagal. Sesuatu yang saya senangi dan buat saya merasa enjoy ketika saya melakukannya. Sesuatu yang terus-terusan bikin saya merasa hidup. Dan saya baru sadar kalau segala sesuatu itu saya temukan ketika saya menulis.

Saya suka menulis ketika saya duduk dibangku kelas 6 SD. Saya sering bikin cerpen dan dikirim ke majalah. Walaupun nggak semuanya di terbitin, walaupun sering sekali saya gagal, tapi saya tetap melakukannya lagi. Saya senang menulis fanfiction, saya senang membuat cerita-cerita singkat yang kadang juga dinikmati oleh teman-teman saya. Dan ketika mengerjakan semua itu saya benar-benar merasa bahagia dan enjoy. Jadi, di sanalah passion saya berada.

Sejujurnya saya baru menemukan passion saya ini semenjak bergabung jadi bagian dari Miracle Perfection team. Tenyata saya sangat menikmati posisi saya menjadi salah satu author fanfiction di sana. Saya senang jika setiap beberapa minggu sekali saya memposting fanfiction, lalu fanfic itu dibaca dan dikomentari oleh orang banyak. Saya senang membaca komen-komen mereka yang memuja tulisan saya. Dan saya senang dengan semua proses itu.

Menyesal? sepertinya kata itu bukanlah kata yang tepat untuk saya katakan sekarang. Buat saya nggak pernah ada kata penyesalan ketika saya memilih terjun di dunia akuntansi. Ya walupun sejujurnya dunia itu bukanalah dunia yang menjadi passion saya sebenarnya. Ada orang yang bilang kalau, You can be good at something without loving it. Saya memang tidak (begitu) menyukai akuntansi, tapi nyatanya saya bisa melukan yang terbaik di sana.

Sekarang saya nggak mau banyak berfikir. Saya nggak mau banyak menyesal juga. Ibarat kata, perjalanan saya sudah setengah jalan, pengecut jika saya mundur dan memulai semuanya lagi dari awal. Walaupun passion saya di menulis -dimana seharusnya saya masuk sastra indonesia buat ngasah bakat saya itu- tapi saya nggak mau ninggalin jurusan akuntansi ini. Walaupun saya baru tahu passion saya setelah masuk akuntansi, tapi saya tetap merasa bersyukur karena ternyata di luar sana masih banyak orang yang bahkan belum tahu passion mereka itu apa hingga mereka dewasa.

Saat ini satu-satunya hal yang terlintas dipikiran saya ada membiarkan semuanya mengalir. Walaupun saya kuliah di bidang akuntansi, tapi saya tetap mau terus mengembangkan minat saya, yaitu menulis. Nggak ada salahnya kan jika kedua hal itu terus berjalan beriringan? 

Hmm......

xoxo,
mute :)

1 comment:

  1. beruntung ya mba... aku aja yg udah tua belum nemu passion.. hehe.. punya kiat2 nemuin passion??

    ReplyDelete