Jujur, saya adalah orang yang kadang nggak begitu peka sama lingkungan sekitar. Nggak terlalu perduli sama apa yang terjadi di sekitar saya kalau nggak ada pengaruhnya sama kehidupan saya. Nggak peduli sama apa kata oang lain tentang saya dan sebagaiannya. Saya selalu berprinsip "Hidup-hidup gue kok, yang ngejalanin kan gue, peduli amat sama apa kata orang! Mending urusin aja dulu urusan masing-masing dari pada ikut campur sama urusan gue!"
Tapi ternyata lama-lama saya sadar kalau itu salah.
Well, pastinya hidup di (khusunya) Indonesia yang menganut sistem demokrasi (?) kita nggak boleh cuek sama yang namanya lingkungan sekitar. Mungkin di Amerika atau negara luar sana bisa, tapi ini Indonesia. Dimana orang-orangnya masih sering repot dan juga peduli sama urusan orang lain. Yang mana apa yang kita lakukan pasti akan mendapatkan perhatian lebih dan juga pandangan dari orang-orang sekitar.
contoh kecilnya aja waktu saya baru mau masuk SMA. Tetangga saya pada repot nanyain saya mau masuk sma mana dan semacamnya. Pas saya keterima di 99 mereka kayak nggak percaya dan bilang "ah masa sih, 99 kan sekolah bagus dan mahal bla bla.." yah saya sih awalnya emang nggak terlalu peduli, tapi lama-lama risih juga diomongin gitu. Tapi walaupun risih.. saya bisa apa? Namanya juga hukum alam. Nggak dapat dipungkiri kita emang bakalan dihadapkan pada hal-hal kayak gitu kan?
Atau contoh lainnya.. tentang temen saya dari kecil. Dia seangkatan sama saya, tapi belum kuliah dan sekarang juga lagi nggak kerja. Kerjaannya cuma di rumah aja, bersih-bersih rumah dan sebagiannya. Tetangga-tetangga saya yang lain sering banget ngomongin dia, yang beginilah yang begitulah dll. Saya kadang suka kesel aja dengernya, tapi yah saya juga nggak bisa ngapa-ngapain juga. Walaupun nggak kuliah dan nggak kerja adalah pilihan dia, tapi nggak bisa di pungkiri kalau orang lain juga ikut peduli dan ikut repot sama pilihan dia itu kan?
Satu lagi misalnya, tetangga saya yang lain. Dia pernah nanya sama saya "Mutia sekarang kuliah ya? Ah kalau anak saya mah kerja aja dulu, dia mah pikirannya dewasa udah nggak mau ngerepotin orangtuanya. Kuliah kan mahal, jadi dia mau kerja dulu nanti gajinya ditabung. Kalau udah kekumpul baru deh kuliah." kesannya kayak saya yang kuliah masih dibayarin sama orangtua saya tuh ngerepotin orangtua saya banget ya? lagi-lagi saya cuma bisa diem, pas bilang ke Mama, si mama jadi sewot juga, "Yaudahlah Mut, terserah dia mau ngomong apa."
Beberapa bulan kemudian anaknya tetangga saya itu keluar dari kerjaannya karena kabarnya kerjanya dia nggak bener lol. Pas denger itu, mama saya yang langsung ngakak "Ibunya langsung nggak berkoar ngebangga-banggain anaknya lagi, Mut!"
Yah.. dari semua contoh itu sekarang saya bisa nyimpulin kalau apa yang kita lakukan untuk hidup kita pasti nggak akan lepas dari pengawasan puluhan atau ratusan pasang mata orang-orang yang ada di sekeliling kita. Kita begini pasti di kometarin, begitu juga di komentarin, mau ngapa-ngapain juga pasti bakalan jadi bahan omongan. Dan itu hukum alam, kita nggak bisa menghindar dari kenyataan itu.
Tapi kalau menurut saya hanya ada satu caranya, yaitu lakukan apa yang ingin kita lakukan dengan maksimal, dengan total, dan lakukan semuanya dengan terbaik. Jadi kalau nanti kita bakalan jadi bahan omongan, mereka bakalan ngomonginnya hal-hal yang baik-baik tentang diri kita.
xoxo, mute :)

No comments:
Post a Comment