I'm not into Thailand entertainment lately, I just too bored with korean or western so I decided to watch some drama and film from Thai. And surprisingly, it was so entertaining. I will give some recommendation, let's check it!
1. Suckseed
Gue nggak tahu pasti kapan film ini diproduksi, katanya sih udah lama tapi gue baru banget nonton film ini di awal tahun 2013. Ini bukan film Thailand pertama yang gue tonton, sebelumnya gue udah pernah nonton Hello Stranger dan Crazy Little Thing Called Love, tapi honestly film inilah yang bikin gue jadi tertarik buat ngepoin film atau drama Thailand lainnya.
Gue tahu film ini dari teman kampus gue, Ciput juga pernah cerita dan nyuruh gue nonton ini karena salah satu pemainnya mirip dengan seseorang. Dan well, setelah gue tonton, ternyata ceritanya cukup berhasil bikin gue ketawa ngakak. Berkisah tentang tiga orang cowok yang nggak bagus-bagus banget dalam hal bermusik tapi kekeuh pengan bikin band. Lalu muncul seorang cewek dari masa kecil mereka dan sedikit menghacurkan keutuhan band mereka sendiri. Di film ini diperlihatkan banget tentang friendship dan triangle love-nya. Tapi unsur komedinya tetap terasa kental, walaupun ada beberapa yang sedikit maksa dilucu-lucin.
Bagi yang mau nonton, film ini cocok banget ditonton di waktu santai. Nontonnya nggak perlu pake banyak mikir, cuma buat seru-seruan dan hiburan aja. Gue kasih rating 3,5/5 buat film ini.
2. The Billionaire
Film kedua Pachara yang gue tonton, dan well mostly of drama or film yang gue rekomendasiin di sini mungkin memang yang pemainnya adalah Peach haha ya gimana dong. But it's okay, rite?
Okay, film ini diangkat dari sebuah kisah nyata. Kisah sukses seorang anak muda Thailand yang mengalami jatuh bangun dalam berbisnis. Kalau di Indonesia sendiri, contoh film yang kayak gini ada banyak; kayak Merry Riana misalnya.
Nah menariknya, film ini sendiri diangkat dari kisah nyata seorang pengusaha muda sukses Thailand yang punya brand rumput laut kering bernama Taokaenoi. Bagi yang sering nongkrong di Sevel pasti tahu produk ini haha.
Sama seperti film yang diangkat dari kisah sukses pada umumnya, mostly ceritanya menceritakan tentang pengalaman si tokoh utama dalam merintis bisnis rumput laut keringnya ini. Cukup menginspirasi sih tapi sayangnya romance-nya terlalu gantung. Gue ngerti yang ditonjolin di sini adalah kisah suksesnya, tapi paling nggak seharusnya di ending cerita dijelaskan tentang bagaimana kelanjutan kisah si tokoh cowoknya dengan si teman perempuannya. Walaupun cuma satu scene.
Overall, film ini lumayan bagus. Cocok ditonton bagi yang pengen mendapatkan motivasi lebih haha. Gue kasih rating 3/5 untuk film ini.
3. Hormones The Series Season 1
Setelah nonton dua film-nya Peach, gue memutuskan untuk kepo project-nya yang lain dan tanpa sengaja menemukan series ini. Yap, Hormones The Series. Yang kalau nggak salah diproduksi di tahun 2013 awal atau pertengahan. Gue nonton terlambat, saat series ini udah menyelesaikan season 1 nya, gue baru nonton. Nggak sampai seminggu, gue langsung membabat habis semua episode-nya.
Ceritanya sendiri menarik, kebanyakan tentang kenakalan remaja yang biasanya kita temui di kehidupan sehari-hari seperti bullying, sex, narkoba, friendship, selisih paham sama orang tua, sampai masalah contek mencontek demi mendapatkan grade yang tinggi. Dan satu hal lagi yang bikin series ini menarik buat ditonton, setiap karakter di series ini punya peran penting dan punya kisah masing-masing. Jadi dalam setiap episode-nya kita akan disuguhi cerita yang berbeda.
Yang paling gue suka dari episode di series ini adalah saat Toei di-bully sama kakak kelasnya hanya karena nerima bunga dari Win yang notebene cowok paling keren satu sekolahan. Atau saat Dao yang hidup tertekan karena orang tuanya yang overprotected bertemu dengan seorang cowok yang sok polos dan akhirnya rela menyerahkan keperawanannya untuk pertama kali. Ada banyak life lesson yang tersirat dalam series ini. Cocok banget ditonton sama kita semua untuk mengambil hikmah dalam setiap kejadian.
Gue nggak nyangka aja ternyata Thailand bisa bikin series sebagus ini. Nggak hanya menghibur tapi juga ada maknanya. Nggak kayak kebanyakan sinetron Indonesia sekarang yang nggak penting banget bahkan kayak nggak pantes buat ditonton. Gue ngasih rating 4,5/5 untuk Hormones Season 1 ini.
Sukses menarik perhatian gue di Hormones Season 1, bikin gue kepo parah dan nungguin season keduanya. Pemarin di series ini masih sama kayak pemain di season sebelumnya, hanya saja ditambah 5 newcomer yang perannya juga nggak kalah penting dalam cerita. Karena suka banget sama season sebelumnya, maka gue berekspetasi tinggi pada season keduanya ini. Gue ngikutin tiap minggu dari awal series ini tayang di Thailand sampai series ini abis.
Ceritanya masih nggak jauh berbeda dari season satu, masih soal realita yang biasanya kita hadapi di dalam kehidupan sehari-hari. Tapi gue merasa di sini ceritanya lebih memusingkan dari yang sebelumnya. Episode yang paling gue suka dari season ini lumayan banyak. Misalnya sewaktu Dao teriak-teriak frustasi di rumahnya akibat udah nggak tahan lagi sama sikap ibunya yang terlalu mengekang. Atau sewaktu Oil, si freshman yang berbohong soal orang tuanya dan juga tempat tinggalnya demi 'dianggap' oleh teman-temannya yang lain. Gue juga suka pas Phai bertanggung jawab sewaktu dia menghamili seorang cewek dan melarang si cewek ini untuk aborsi. Tapi yang paling gue suka banget adalah waktu Tar ngejar Toei sewaktu Pang (pacarnya Tar) ngasih kejutan dengan nyanyi di pensi sekolah.
Walaupun begitu, walaupun banyak episode yang gue suka di season ini, gue tetap merasa feels-nya lebih dapet di season satu. Saking kebayakan pemarin, fokus ceritanya tiap tokohnya jadi nggak utuh, pembagian plotnya juga nggak serapih season yang pertama. Katanya sih mau ada season tiganya, tapi gue nggak tahu lagi mau nonton atau engga karena kabarnya kebanyakan pemain di season pertama udah nggak main lagi di season tiga nanti.
But, series ini masih recommended dan lebih bagus dari sinetron nggak jelas Indonesia macem serigala-serigala atau whatever itu. Dari gue ratingnya 3,5/5.
Seperti judulnya, drama series ini memang versi Thailand-nya Full House, drama terkenal asal Korea yang dibintangi oleh Rain dan Song Hyegyo. Gue tahu sereis ini dari Anis, adek kelas gue di SMA. Dia bilang series ini bikin delulu banget soalnya interaksi antara dua tokoh utama (Mike dan Aom) dapet banget. Setelah gue tonton, gue memang mengakuinya. Nonton ini bikin gue pengen Aom dan Mike benar-benar real dan saling jatuh cinta di real life.
Dari segi cerita, gue akan bilang kalau Full House Thailand ini terlalu flat. Nggak semenarik versi Koreanya sekalipun garis besarnya sama persis. Gue sih lebih suka versi aslinya daripada versi remake Thai ini. Tapi untuk segi interaksi, gue lebih suka Aom Mike ketimbang Rain sama Song Hyegyo. Gue ngasih rating 3,5/5 untuk series ini.
6. ATM
Terakhir, ini yang paling recommended banget dari semua film dan series yang gue post di postingan ini. Kalau kalian butuh hiburan yang lucu-lucu, gue sangat menyarankan menonton film ini karena ada banyak banget adegan dalam film ini yang lawak abis. Gue sebenernya agak menyesal baru nonton film ini baru-baru ini sementara film ini udah tayang dari 2012 lalu. Tapi lebih baik terlambat daripada enggak sama sekali kan?
Ceritanya sendiri berkisah tentang sepasang kekasih yang bekerja di satu bank yang sama. Yang mana dalam peraturan bank tersebut, nggak boleh ada yang namanya pacaran dengan teman sekantor. Selama lima tahun mereka pacaran, mereka melakukannya secara diam-diam. Sampai mereka ada di dalam tahap ingin menikah. Yang mana secara kasarnya, kalau mereka mau menikah, maka salah satu dari mereka harus mengundurkan diri dan keluar dari pekerjaan mereka.
Tapi dalam film ini, baik cewek maupun cowoknya nggak ada yang mau mengalah dan mengundurkan diri. Hingga mereka dihadapkan pada kasus 'kebocoran ATM'. Kebocoran ATM yang dimaksud di sini adalah kesalahan teknis, di mana ATM yang diambil bisa mengeluarkan duit secara berlipat ganda. Tugas mereka di sini mencari siapa nama-nama nasabah yang sudah terlanjur menarik ATM dan mendapatkan uang yang berlipat ganda. Nah, karena susah nyari nasabah yang pada nggak mau ngaku itu, mereka berdua bikin taruhan. Bagi yang duluan berhasil menemukan nasabah-nasabah itu, maka dia berhak stay dan bekerja di bank. Sementara yang kalah mau nggak mau harus keluar.
Bisa dibilang cerita yang dijual di film ini benar-benar antimainstream dan fresh banget. Gue salut sama scriptwriter-nya. Romance-nya dapet, komedinya dapet banget. Nggak ada yang terkesan dipaksakan di film ini. Interaksi antara tokoh cewek dan cowoknya juga sesuai. Pas. Nggak lebih dan nggak kurang. dan supporting cast-nya juga dapet peran yang seimbang. Pokoknya gue suka banget sama segala aspek di film ini. Gue ngasih rating 4,8/5 untuk film ini.
Nah, segitu dulu Thai recommended dari gue. Di next post gue kayaknya mau merekomendasikan Korean Drama yang bagus-bagus dan berkualitas. Biar yang awam soal k-drama nggak hanya nonton BBF atau Full House aja hehe. Okay kalau begitu... see yaaa!
xoxo, mute :)




+carLaV3u.jpeg)
No comments:
Post a Comment