Hello~ long time no see!
(perasaan setiap posting kalimat pembukaannya begini terus haha). Ya abis
gimana dong, gue baru pulang berkelana dari gunung. Bukan naik gunung loh ya,
karena tbvh gue sama sekali nggak pernah kepikiran buat mendaki gunung. Gue baru
aja melalui masa karantina di sebuah Learning
Center daerah Gunung Geulis bogor selama 1 bulan lamanya. Acaranya sih dari
kantor, jadi seluruh anak baru di seluruh Indonesia (yang masuknya hampir
berbarengan dengan gue) dikirim dan dijadikan satu di sana untuk di-trainning, agar saat kembali ke
cabangnya masing-masing nanti memiliki bekal yang cukup untuk melayani nasabah.
Ya kurang lebih begitu.
Lagi-lagi gue nulis postingan ini
niatnya untuk dikenang dan dibaca lagi nanti. Mumpung masih fresh dan baru banget pulangnya, gue mau
menceritakan secara rinci pengalaman gue selama satu bulan di sana. Biar someday, kalau gue tiba-tiba kangen sama
mereka, gue bisa baca kembali postingan
ini dan senyam-senyum sendiri. Hehe.
Baiklah, mari kita mulai.
Week 1
Hari minggu sore, gue dianter
sama nyokap gue buat ke Falatehan Blok M. Di sana udah kumpul banyak banget
orang. Dari divisi yang sama dengan gue maupun yang berbeda. Karena kali ini
yang trainning adalah dua batch sekaligus, jadi wajar kalau yang
ikut emang banyak banget. Gue langsung ketemu sama dua temen gue yang tanda
tangan kontrak bareng sama gue; Dijah dan Feri. Kita barengan terus sampe masuk
bus dan meluncur menuju Bogor.
Pas sampai di sana, gue daftar
kamar dan kemudian sekamar dengan Dijah dan Octa. Ternyata Octa ini asalnya
dari Ketapang, Kalimantan mana gitu (gue males mikir haha). Trus di depan kamar
gue juga diisi oleh orang-orang luar kota. Dua dari Malang dan satu dari Kudus.
Di minggu pertama ini, gue mulai terkontaminasi oleh bahasa-bahasa daerah
mereka. Kadang suka medok-medok gitu ngomongnya. “Ng... kamu toh jangan gitu Mbak. Yang bener tuh ngini carane, biar
nganu.”
Kalau bahasa Ketapang, seriously gue nggak bisa karena tbh
susah banget. Haha.
Trainning di minggu pertama ini bisa dibilang agak flat sih ya kalau gue boleh jujur.
Soalnya peserta trainning dari total
dua batch ini adalah 56 orang. Waktu
gue SMA, satu kelas aja paling banyak 39 doang, 40 mungkin paling mentok.
Itupun perlu waktu yang cukup lama buat adaptasi dan berbaur satu sama lain.
Nah gimana ini, 56 orang dan hanya dikasih waktu selama satu bulan untuk saling
menyatu dan mengenal satu sama lain. Awalnya, gue sempet males buat kenalan dan
ngobrol sama sebegini banyaknya orang. Tapi lama-lama mulai bisa membiasakan
diri menyapa dan ngobrol walau itu hanya sekadar basa-basi nggak jelas juga
sih.
Untuk materi di week 1 ini bisa
dibilang maish ringan ya. Kebayanyakan soal pengenalan dan sejarah perusahaan
dari awal berdiri sampai sebesar sekarang. Serunya, di hari ke empat week 1 ini
ada yang namanya Beauty Class, di mana semua peserta trainning di ajarin caranya make
up yang benar dan caranya berpenampilan yang baik.
Buat yang para cewek dikasih
perlengkapan make up gitu dari bedak, eyeshadow,
lipstick, dan blush on. Sementara
yang cowok di kasih perlengkapan juga seperti pelembab, masker, pembersih muka,
peeling, dan lain-lain. Kalau inget
gimana wajah cowok-cowok ini sewaktu di masker, rasanya gue mau ketawa. Tapi
bodohnya, setelah Beauty class ini,
kebanyakan dari cowok-cowok pada ketagihan buat dimaskerin wkwkw.
Week 2
Nah, minggu kedua ini, untuk
Sabtu dan Minggu sebelumnya gue memutuskan untuk pulang ke rumah karena harus
ngurus sesuatu ke kampus. Sementara anak-anak yang stay di sana katanya pada jalan-jalan ke Taman Safari atau apa
gitu. Gue lihat sih setelah weekend
yang week 1, teman-teman gue yang lainnya jadi lebih dekat satu sama lain.
Mungkin efek jalan-jalan itu.
Kembali ke masa trainning di week 2 ini, pelajarannya udah semakin sulit dan para mentor yang
membimbing udah mulai kasih saran dan nasihat buat para muridnya masing-masing.
Untuk urusan teman satu kamar pun udah mulai diacak random oleh bagian frontliner,
jadi kita nggak bisa lagi bebas milih kamar kayak minggu sebelumnya. Tapi
beruntungnya, gue satu kamar lagi sama Dijah. Di sini mulai kelihatan aslinya
Dijah kayak gimana. Betawi abis, seru, dan nyablak. Yang bakalan gue ingat
terus saat sekamar sama Dijah tuh pas kita berdua cepet-cepet makan malam hanya
buat nonton film Thailand ATM di laptop gue. Trus kita berdua ketawa ngakak
gara-gara filmnya yang lucu. Gue sama Dijah juga saling cerita tentang keluarga
masing-masing. Cerita tentang neneknya Dijah yang berbeda 180 derajat sama
nenek gue. Cerita tentang cowoknya Dijah dan mantan gue haha. Dan cerita
tentang yang lainnya. Trus gara-gara sesi cerita ini, dia jadi tahu satu
kelemahan gue pada sebuah lagu. Huhuhu Sial.
Trus yang paling gue inget banget
dari week dua ini adalah kemarahan
para mentor pada beberapa anak yang melanggar peraturan. Pindah kamar misalnya.
Karena kamarnya ditentuin, ada beberapa anak yang nggak mau sekamar sama teman
yang ditentukan itu. Beberapa yang melakukan, semuanya jadi kena imbas. Kena
omel semua. Dan itu sampai sore hari.
Pas sore-sorenya gue tahu
ternyata kemarahan mentor udah reda dari siang. Tujuan mereka marah sampai sore
itu cuma mau ngerjain tiga temen gue yang sedang berulang tahun. Risty, Andes,
dan juga Syaf. Seru banget, mereka bertiga sampe diceburin gitu ke kolam renang
dan bodohnya yang nyeburin pun kena tumbal ikut kecebur juga karena ketarik.
Sayangnya, foto mereka ulang tahun dan diceburin gue nggak punya. Adanya video.
Tapi sayang gue terlalu malas buat upload ke YT-nya.
Week 3
Minggu ketiga, gue nggak pulang
dan stay di sana. Padahal ada libur panjang Paskah selama tiga hari. Anak-anak
pada pulang semua. Atau jika pun ada yang stay, mereka keluar dari Gugel dan
pergi berwisata ria ke objek wisata di daerah Bogor, Puncak, dan sekitarnya.
Minggu ketiga ini gue sekamar
sama model tinggi menjulang asal Madiun yang di tempatkan di Malang, namanya
Angel. Karena udah janji sama teman-teman yang lainnya, pas Sabtu di long weekend itu, Angel pergi ke Taman
Buah Mekarsari dan meninggalkan gue sendirian di kamar. Eh, nggak sendirian
juga sih, gue sama Risty. Kita berdua ngerem di kamar sambil nonton Drama Korea
(teteuuup) yang berjudul Healer. Lalu kami berdua menghebohkan Chi Changwook.
Pas Angel udah balik dari TBM, fans Changwook pun bertambah. Alhasil, seharian full kita bertiga namatin Healer.
Karena nggak ke mana-mananya saat
long weekend itu, gue
sempet-sempetnya tuh ngerasain yang namanya makan di restoran yang sebegitu
besarnya dengan lauk sebegitu banyaknya tapi hanya berlima. Subhanallah sekali.
Serasa dunia milik sendiri haha. Trus gue juga sempat-sempatnya berenang
melepas stress sebelum final tes buat
tes tertulis. Haha lumayan, merasakan fasilitas kantor dengan gratis.
Final test di week ketiga ini bisa dibilang lumayan gampang
ya karena kisi-kisinya udah dikasih tahu semuanya. Tapi entah mengapa nilai gue
hanya 94. Gue juga nggak ngerti. Setelah final tes tertulis ini, kita pun ada
acara Games KDPO dan Monopoli. Yang kalah harus diceburin ke kolam renang.
Untungnya kelompok gue menang, jadi gue jadi anggota kelompok yang paling
semangat ngetawain mereka yang digotong-gotong buat diceburin.
Tapi karena kita mengenal istilah
suka senang bersama-sama, maka akhirnya semua orang pun ikutan kena tumbal
kedorong dan nyemplung di kolam renang. Kayak gini nih.
Week 4
Minggu ke empat, penilaian dan
pelajarannya semakin sulit. Di sini kita udah diajarin gimana caranya
operational dan service dengan baik.
Ada Skill Booth dan juga Mini Bank. Gue belajar banyak di minggu-minggu ini.
Semakin ke sini, semakin kerasa
kekeluargaannya gimana. Saling membantu satu sama lain, saling mengajari yang
belum bisa., mengoreksi dan memberi tahu kekurangan serta kelebihan
masing-masing dan segala macamnya. Minggu ini gue sekamar sama Yasmin, orang
Jakarta. Dia sabar banget dan selalu bersedia mengerti tingkah laku gue yang
4Dimensi haha. Kebiasaan gue sama Yasmin yang paling gue inget itu adalah
aegyo. Walaupun dia kayaknya udah enek banget liat gue aegyo, tapi dia tetap
bersedia nemenin gue balik ke kamar buat tidur-tiduran setelah jam makan siang
selesai haha.
Teman satu kelompok gue juga care-care banget orangnya. Pas gue udah
ngantuk, di minggu-minggu ini, Feri, Ogie, dan yang lainnya sering banget
ngegedor-gedor kamar gue buat ngajak belajar biar besok saat Skill Booth atau
Mini Bank lancar. Kita biasanya belajar bareng di ruang tv depan kamar gue.
Ngerjain tugas kelompok juga sampe malem kita jabanin. Gue seriously bakalan kangen banget saat-saat yang kayak gitu.
Week 5
Minggu kelima, which is minggu terakhir di Gugel. Nggak
kerasa banget, ternyata udah mau selesai aja ini masa trainning-nya. Walaupun Minggu ini terhitung hanya tiga hari, tapi
gue merasa Minggu ini panjang banget. Entah karena emang panjang, atau gue yang
berusaha menikmati momen bareng teman-teman gue yang lainnya di sana.
Minggu ini gue sekamar sama Risty
yang setiap malamnya selalu diapelin sama Yudi. Gue juga sempet sekamar
berempat sama Intan dan Maya dari Bali karena kamarnya dipake sama para tamu
mingguan yang berkunjung ke Gugel. Di minggu-minggu ini, kami semua disibukan
sama yang namanya belajar buat final tes hari Selasa. Hari sabtu dan minggu
sebelumnya, gue sibuk ngurusin video batch buat perpisahan, yang pada akhirnya
membuat gue nggak konek sama sekali buat belajar. Alhasil pas final tes gue
hanya bisa pasrah dan menyerahkannya semua pada yang maha esa.
Hari Selasa malam setelah final
tes, kita semua ngadain yang namanya Farewell party. Acara sedih-sedihan dan
perpisahan buat semuanya. Gue nangis saat bagian salam-salaman dengan yang
lain. Pas video buatan gue dan Ogie ditampilin pun gue terharu karena sedikit
nggak percaya semuanya udah selesai. Waktu berjalan sangat cepat ya. Sebulan
bener-bener nggak kerasa.
Hari Rabu, yang mana jadi hari
terakhir buat kita semua jadi hari yang super duper campur aduk feeling-nya. Dibuat deg-degan saat
pengumuman kelulusan sama para mentor. Dibuat seneng karena nggak ada satu pun
yang nggak lulus. Dibuat sedih karena finally
guys, it’s end. Really end. Satu-satunya yang masih dan mungkin nggak akan
pernah berakhir adalah kenangan kita di selama di Gugel. Serta baju hitam kita
masing-masing yang penuh dengan tanda tangan. Setiap liat baju itu, gue pasti
bakalan senyum-seyum sambil berkaca-kaca. Kangen sama kalian semua.
Acara nangis-nangisannya juga
ternyata masih berlanjut pas bus kita mau kembali ke Jakarta. Busnya dipisah
jadi dua. Satu bus berisi anak-anak yang pulang ke rumah mereka masing-masing
di Jakarta. Satunya lagi berisi anak-anak luar kota yang bakalan dianter
menginap di Hotel di Jakarta. Di sini, mengejutkannya malah banyak temen cowok
gue yang pada nangis ngelepas teman cowok gue yang dari luar kota buat pergi.
Mungkin udah saking deketnya bisa sampe kayak gitu kali ya. Tapi anehnya,
bukannya jijik ngeliat cowok nangisin cowok, gue malah melihat momen ini
sebagai precious moment banget. I feel their friendship. And it really precious guys, seriously.
AND TODAY, HERE I AM.
Gue udah di rumah. Lagi libur
karena sekarang weekend. Tapi pas
Kamis setelah pulang dari Gugel itu gue langsung kerja. Nggak ada cuti-cutian
sama sekali. Walaupun masih jetlag (anjir jetlag padahal cuma ke Bogor), gue
tetap ceria dan semangat bekerja (boong banget). Terkadang, gue masih merasa
gue di Gugel bukan di rumah. Bahkan sampai H+3 ini pun gue masih merasa gue
nggak mau pulang dan nggak mau kembali kekehidupan nyata gue haha.
Gugel adalah salah satu tempat
yang memberikan gue banyak pelajaran. Tentang hidup sendiri jauh dari orang
tua, berbagi kamar dengan orang lain, menyesuaikan diri dengan teman-teman
sekelas, care terhadap orang-orang
sekitar, jadi lebih pintar dalam penguasaan materi, dan lain sebagianya. Gugel
juga ngajarin gue buat bersyukur. Bersyukur sudah dikasih tempat yang layak,
makanan yang enak, fasilitas lengkap, teman-teman yang baik dan care, mentor yang selalu memberi
masukan, serta banyak hal lainnya yang mungkin belum tentu bisa di dapatkan
oleh orang lain.
Masa trainning sebulan ini jadi salah satu masa precious juga sih di hidup gue yang syit sebentar lagi udah menuju
angka kembar 22. Nggak nyangka aja, ternyata hanya dalam sebulan gue bisa
banyak dapat sesuatu yang berharga.
Yang pasti gue bakalan kangen
banget sama teman-teman gue yang lainnya, terbukti bahkan sampai sekarang gue
masih sering liat-liatin foto kita bareng-bareng, nontonin video bareng, dan
mandangin baju hitam gue yang penuh tanda tangan. Gue juga pasti bakalan kangen
sama kolam renang gugel yang baru gue cobain dua kali, kangen sama makanan di
restoran gugel yang enak-enak dan wow sekali, kangen sama tukang laundry yang pagi-pagi selalu
ngetok-ngetok kamar, dan juga kangen sama ruang teater yang bisanya selalu
diisi dengan puluhan orang.
Ya gue harap sih, satu tahun dari
sekarang, saat kita semua kembali dikumpulin ke Gugel buat wisuda, teman-teman
gue yang 56 orang ini masih lengkap semua. Walaupun nggak mungkin, tapi gue
sungguh berharap kita bisa kembali ketemu dan mengulang masa-masa indah 1 bulan
ini sambil tersenyum bareng-bareng.
Batch 6 and 7. Fighting! And lets meet again one year from now.
Xoxo, mute.
xoxo, mute :)








No comments:
Post a Comment