Sunday, April 26, 2015

PRECIOUS ONE MONTH



Hello~ long time no see! (perasaan setiap posting kalimat pembukaannya begini terus haha). Ya abis gimana dong, gue baru pulang berkelana dari gunung. Bukan naik gunung loh ya, karena tbvh gue sama sekali nggak pernah kepikiran buat mendaki gunung. Gue baru aja melalui masa karantina di sebuah Learning Center daerah Gunung Geulis bogor selama 1 bulan lamanya. Acaranya sih dari kantor, jadi seluruh anak baru di seluruh Indonesia (yang masuknya hampir berbarengan dengan gue) dikirim dan dijadikan satu di sana untuk di-trainning, agar saat kembali ke cabangnya masing-masing nanti memiliki bekal yang cukup untuk melayani nasabah. Ya kurang lebih begitu.
Lagi-lagi gue nulis postingan ini niatnya untuk dikenang dan dibaca lagi nanti. Mumpung masih fresh dan baru banget pulangnya, gue mau menceritakan secara rinci pengalaman gue selama satu bulan di sana. Biar someday, kalau gue tiba-tiba kangen sama mereka, gue bisa baca kembali postingan ini dan senyam-senyum sendiri. Hehe.
Baiklah, mari kita mulai.

Week 1
Hari minggu sore, gue dianter sama nyokap gue buat ke Falatehan Blok M. Di sana udah kumpul banyak banget orang. Dari divisi yang sama dengan gue maupun yang berbeda. Karena kali ini yang trainning adalah dua batch sekaligus, jadi wajar kalau yang ikut emang banyak banget. Gue langsung ketemu sama dua temen gue yang tanda tangan kontrak bareng sama gue; Dijah dan Feri. Kita barengan terus sampe masuk bus dan meluncur menuju Bogor.
Pas sampai di sana, gue daftar kamar dan kemudian sekamar dengan Dijah dan Octa. Ternyata Octa ini asalnya dari Ketapang, Kalimantan mana gitu (gue males mikir haha). Trus di depan kamar gue juga diisi oleh orang-orang luar kota. Dua dari Malang dan satu dari Kudus. Di minggu pertama ini, gue mulai terkontaminasi oleh bahasa-bahasa daerah mereka. Kadang suka medok-medok gitu ngomongnya. “Ng... kamu toh jangan gitu Mbak. Yang bener tuh ngini carane, biar nganu.”
Kalau bahasa Ketapang, seriously gue nggak bisa karena tbh susah banget. Haha.








Trainning di minggu pertama ini bisa dibilang agak flat sih ya kalau gue boleh jujur. Soalnya peserta trainning dari total dua batch ini adalah 56 orang. Waktu gue SMA, satu kelas aja paling banyak 39 doang, 40 mungkin paling mentok. Itupun perlu waktu yang cukup lama buat adaptasi dan berbaur satu sama lain. Nah gimana ini, 56 orang dan hanya dikasih waktu selama satu bulan untuk saling menyatu dan mengenal satu sama lain. Awalnya, gue sempet males buat kenalan dan ngobrol sama sebegini banyaknya orang. Tapi lama-lama mulai bisa membiasakan diri menyapa dan ngobrol walau itu hanya sekadar basa-basi nggak jelas juga sih.
Untuk materi di week 1 ini bisa dibilang maish ringan ya. Kebayanyakan soal pengenalan dan sejarah perusahaan dari awal berdiri sampai sebesar sekarang. Serunya, di hari ke empat week 1 ini ada yang namanya Beauty Class, di mana semua peserta trainning di ajarin caranya make up yang benar dan caranya berpenampilan yang baik.
Buat yang para cewek dikasih perlengkapan make up gitu dari bedak, eyeshadow, lipstick, dan blush on. Sementara yang cowok di kasih perlengkapan juga seperti pelembab, masker, pembersih muka, peeling, dan lain-lain. Kalau inget gimana wajah cowok-cowok ini sewaktu di masker, rasanya gue mau ketawa. Tapi bodohnya, setelah Beauty class ini, kebanyakan dari cowok-cowok pada ketagihan buat dimaskerin wkwkw.







Week 2
Nah, minggu kedua ini, untuk Sabtu dan Minggu sebelumnya gue memutuskan untuk pulang ke rumah karena harus ngurus sesuatu ke kampus. Sementara anak-anak yang stay di sana katanya pada jalan-jalan ke Taman Safari atau apa gitu. Gue lihat sih setelah weekend yang week 1, teman-teman gue yang lainnya jadi lebih dekat satu sama lain. Mungkin efek jalan-jalan itu.
Kembali ke masa trainning di week 2 ini, pelajarannya udah semakin sulit dan para mentor yang membimbing udah mulai kasih saran dan nasihat buat para muridnya masing-masing. Untuk urusan teman satu kamar pun udah mulai diacak random oleh bagian frontliner, jadi kita nggak bisa lagi bebas milih kamar kayak minggu sebelumnya. Tapi beruntungnya, gue satu kamar lagi sama Dijah. Di sini mulai kelihatan aslinya Dijah kayak gimana. Betawi abis, seru, dan nyablak. Yang bakalan gue ingat terus saat sekamar sama Dijah tuh pas kita berdua cepet-cepet makan malam hanya buat nonton film Thailand ATM di laptop gue. Trus kita berdua ketawa ngakak gara-gara filmnya yang lucu. Gue sama Dijah juga saling cerita tentang keluarga masing-masing. Cerita tentang neneknya Dijah yang berbeda 180 derajat sama nenek gue. Cerita tentang cowoknya Dijah dan mantan gue haha. Dan cerita tentang yang lainnya. Trus gara-gara sesi cerita ini, dia jadi tahu satu kelemahan gue pada sebuah lagu. Huhuhu Sial.

Trus yang paling gue inget banget dari week dua ini adalah kemarahan para mentor pada beberapa anak yang melanggar peraturan. Pindah kamar misalnya. Karena kamarnya ditentuin, ada beberapa anak yang nggak mau sekamar sama teman yang ditentukan itu. Beberapa yang melakukan, semuanya jadi kena imbas. Kena omel semua. Dan itu sampai sore hari.
Pas sore-sorenya gue tahu ternyata kemarahan mentor udah reda dari siang. Tujuan mereka marah sampai sore itu cuma mau ngerjain tiga temen gue yang sedang berulang tahun. Risty, Andes, dan juga Syaf. Seru banget, mereka bertiga sampe diceburin gitu ke kolam renang dan bodohnya yang nyeburin pun kena tumbal ikut kecebur juga karena ketarik. Sayangnya, foto mereka ulang tahun dan diceburin gue nggak punya. Adanya video. Tapi sayang gue terlalu malas buat upload ke YT-nya.

Week 3
Minggu ketiga, gue nggak pulang dan stay di sana. Padahal ada libur panjang Paskah selama tiga hari. Anak-anak pada pulang semua. Atau jika pun ada yang stay, mereka keluar dari Gugel dan pergi berwisata ria ke objek wisata di daerah Bogor, Puncak, dan sekitarnya.
Minggu ketiga ini gue sekamar sama model tinggi menjulang asal Madiun yang di tempatkan di Malang, namanya Angel. Karena udah janji sama teman-teman yang lainnya, pas Sabtu di long weekend itu, Angel pergi ke Taman Buah Mekarsari dan meninggalkan gue sendirian di kamar. Eh, nggak sendirian juga sih, gue sama Risty. Kita berdua ngerem di kamar sambil nonton Drama Korea (teteuuup) yang berjudul Healer. Lalu kami berdua menghebohkan Chi Changwook. Pas Angel udah balik dari TBM, fans Changwook pun bertambah. Alhasil, seharian full kita bertiga namatin Healer.
Karena nggak ke mana-mananya saat long weekend itu, gue sempet-sempetnya tuh ngerasain yang namanya makan di restoran yang sebegitu besarnya dengan lauk sebegitu banyaknya tapi hanya berlima. Subhanallah sekali. Serasa dunia milik sendiri haha. Trus gue juga sempat-sempatnya berenang melepas stress sebelum final tes buat tes tertulis. Haha lumayan, merasakan fasilitas kantor dengan gratis.

Final test di week ketiga ini bisa dibilang lumayan gampang ya karena kisi-kisinya udah dikasih tahu semuanya. Tapi entah mengapa nilai gue hanya 94. Gue juga nggak ngerti. Setelah final tes tertulis ini, kita pun ada acara Games KDPO dan Monopoli. Yang kalah harus diceburin ke kolam renang. Untungnya kelompok gue menang, jadi gue jadi anggota kelompok yang paling semangat ngetawain mereka yang digotong-gotong buat diceburin.
Tapi karena kita mengenal istilah suka senang bersama-sama, maka akhirnya semua orang pun ikutan kena tumbal kedorong dan nyemplung di kolam renang. Kayak gini nih.








Week 4
Minggu ke empat, penilaian dan pelajarannya semakin sulit. Di sini kita udah diajarin gimana caranya operational dan service dengan baik. Ada Skill Booth dan juga Mini Bank. Gue belajar banyak di minggu-minggu ini.
Semakin ke sini, semakin kerasa kekeluargaannya gimana. Saling membantu satu sama lain, saling mengajari yang belum bisa., mengoreksi dan memberi tahu kekurangan serta kelebihan masing-masing dan segala macamnya. Minggu ini gue sekamar sama Yasmin, orang Jakarta. Dia sabar banget dan selalu bersedia mengerti tingkah laku gue yang 4Dimensi haha. Kebiasaan gue sama Yasmin yang paling gue inget itu adalah aegyo. Walaupun dia kayaknya udah enek banget liat gue aegyo, tapi dia tetap bersedia nemenin gue balik ke kamar buat tidur-tiduran setelah jam makan siang selesai haha.
Teman satu kelompok gue juga care-care banget orangnya. Pas gue udah ngantuk, di minggu-minggu ini, Feri, Ogie, dan yang lainnya sering banget ngegedor-gedor kamar gue buat ngajak belajar biar besok saat Skill Booth atau Mini Bank lancar. Kita biasanya belajar bareng di ruang tv depan kamar gue. Ngerjain tugas kelompok juga sampe malem kita jabanin. Gue seriously bakalan kangen banget saat-saat yang kayak gitu.

Week 5
Minggu kelima, which is minggu terakhir di Gugel. Nggak kerasa banget, ternyata udah mau selesai aja ini masa trainning-nya. Walaupun Minggu ini terhitung hanya tiga hari, tapi gue merasa Minggu ini panjang banget. Entah karena emang panjang, atau gue yang berusaha menikmati momen bareng teman-teman gue yang lainnya di sana.
Minggu ini gue sekamar sama Risty yang setiap malamnya selalu diapelin sama Yudi. Gue juga sempet sekamar berempat sama Intan dan Maya dari Bali karena kamarnya dipake sama para tamu mingguan yang berkunjung ke Gugel. Di minggu-minggu ini, kami semua disibukan sama yang namanya belajar buat final tes hari Selasa. Hari sabtu dan minggu sebelumnya, gue sibuk ngurusin video batch buat perpisahan, yang pada akhirnya membuat gue nggak konek sama sekali buat belajar. Alhasil pas final tes gue hanya bisa pasrah dan menyerahkannya semua pada yang maha esa.
Hari Selasa malam setelah final tes, kita semua ngadain yang namanya Farewell party. Acara sedih-sedihan dan perpisahan buat semuanya. Gue nangis saat bagian salam-salaman dengan yang lain. Pas video buatan gue dan Ogie ditampilin pun gue terharu karena sedikit nggak percaya semuanya udah selesai. Waktu berjalan sangat cepat ya. Sebulan bener-bener nggak kerasa.
Hari Rabu, yang mana jadi hari terakhir buat kita semua jadi hari yang super duper campur aduk feeling-nya. Dibuat deg-degan saat pengumuman kelulusan sama para mentor. Dibuat seneng karena nggak ada satu pun yang nggak lulus. Dibuat sedih karena finally guys, it’s end. Really end. Satu-satunya yang masih dan mungkin nggak akan pernah berakhir adalah kenangan kita di selama di Gugel. Serta baju hitam kita masing-masing yang penuh dengan tanda tangan. Setiap liat baju itu, gue pasti bakalan senyum-seyum sambil berkaca-kaca. Kangen sama kalian semua.
Acara nangis-nangisannya juga ternyata masih berlanjut pas bus kita mau kembali ke Jakarta. Busnya dipisah jadi dua. Satu bus berisi anak-anak yang pulang ke rumah mereka masing-masing di Jakarta. Satunya lagi berisi anak-anak luar kota yang bakalan dianter menginap di Hotel di Jakarta. Di sini, mengejutkannya malah banyak temen cowok gue yang pada nangis ngelepas teman cowok gue yang dari luar kota buat pergi. Mungkin udah saking deketnya bisa sampe kayak gitu kali ya. Tapi anehnya, bukannya jijik ngeliat cowok nangisin cowok, gue malah melihat momen ini sebagai precious moment banget. I feel their friendship. And it really precious guys, seriously.


AND TODAY, HERE I AM.
Gue udah di rumah. Lagi libur karena sekarang weekend. Tapi pas Kamis setelah pulang dari Gugel itu gue langsung kerja. Nggak ada cuti-cutian sama sekali. Walaupun masih jetlag (anjir jetlag padahal cuma ke Bogor), gue tetap ceria dan semangat bekerja (boong banget). Terkadang, gue masih merasa gue di Gugel bukan di rumah. Bahkan sampai H+3 ini pun gue masih merasa gue nggak mau pulang dan nggak mau kembali kekehidupan nyata gue haha.
Gugel adalah salah satu tempat yang memberikan gue banyak pelajaran. Tentang hidup sendiri jauh dari orang tua, berbagi kamar dengan orang lain, menyesuaikan diri dengan teman-teman sekelas, care terhadap orang-orang sekitar, jadi lebih pintar dalam penguasaan materi, dan lain sebagianya. Gugel juga ngajarin gue buat bersyukur. Bersyukur sudah dikasih tempat yang layak, makanan yang enak, fasilitas lengkap, teman-teman yang baik dan care, mentor yang selalu memberi masukan, serta banyak hal lainnya yang mungkin belum tentu bisa di dapatkan oleh orang lain.
Masa trainning sebulan ini jadi salah satu masa precious juga sih di hidup gue yang syit sebentar lagi udah menuju angka kembar 22. Nggak nyangka aja, ternyata hanya dalam sebulan gue bisa banyak dapat sesuatu yang berharga.
Yang pasti gue bakalan kangen banget sama teman-teman gue yang lainnya, terbukti bahkan sampai sekarang gue masih sering liat-liatin foto kita bareng-bareng, nontonin video bareng, dan mandangin baju hitam gue yang penuh tanda tangan. Gue juga pasti bakalan kangen sama kolam renang gugel yang baru gue cobain dua kali, kangen sama makanan di restoran gugel yang enak-enak dan wow sekali, kangen sama tukang laundry yang pagi-pagi selalu ngetok-ngetok kamar, dan juga kangen sama ruang teater yang bisanya selalu diisi dengan puluhan orang.
Ya gue harap sih, satu tahun dari sekarang, saat kita semua kembali dikumpulin ke Gugel buat wisuda, teman-teman gue yang 56 orang ini masih lengkap semua. Walaupun nggak mungkin, tapi gue sungguh berharap kita bisa kembali ketemu dan mengulang masa-masa indah 1 bulan ini sambil tersenyum bareng-bareng.
Batch 6 and 7. Fighting! And lets meet again one year from now.





Xoxo, mute.
 

 
xoxo, mute :)

No comments:

Post a Comment