Tuesday, February 26, 2013

dream big


Anjani menyesap iced moccacino-nya sambil mengerjakan soal-soal latihan ujian nasional dengan serius. Sedangkan di hadapannya, Alfa sibuk memandang gadis yang sedari kecil menjadi sahabatnya itu dengan heran. Anjani memang selalu seperti ini, serius jika ia sudah benar-benar bertekad keras.

"Kamu tuh ya, nggak pusing apa belajar terus? Di sekolah belajar, di tempat les belajar, di rumah belajar, bahkan sekarang di kafe pun pelajar. Istirahat sebentar dong! Nggak denger apa dari tadi fettuccine carbonara kamu udah teriak-teriak minta dimakan?" Alfa menunjuk sepiring makanan yang belum juga disentuh sejak satu jam yang lalu itu.

Anjani menghela nafas sembari meletakan pulpennya di atas meja. "Kamu tuh ya bawel banget! Aku kan lagi serius belajar biar bisa lulus un dan bisa dapet beasiswa ke Amerika!"

"Iya, aku tahu. Tapi kita kan baru kelas dua, ngapain sibuk-sibuk belajar buat ujian nasional!"

"Justru karena baru kelas dua. Dari pada nanti pas kelas tiga pusing dan belajar ngejar target? Nggak ada salahnya mempersiapkan sesuatu lebih awal kan?" Anjani tersenyum lebar, memamerkan deretan gigi berbehelnya kepada Alfa. "Lagian kalau mau lulus tes beasiswa ke Amerika harus punya persiapan matang!"

Alfa tergelak. Ia tahu benar sifat patang menyerah Anjani. Yah, itulah alasan mengapa sampai sekarang ia terus mengaguminya secara diam-diam. Karena dibalik tubuh mungil dan senyum polosnya, Anjani punya semagat yang tinggi dan mimpi yang besar. 

"Impian kamu itu besar banget, Ni. Nggak takut apa kalau suatu saat nggak kesampean? Kuliah di Amerika pakai beasiswa, ayaolah... semua orang juga tahu itu sulit banget."

"Enggak, aku sama sekali nggak takut mimpi sebesar itu." Jawab Anjani yakin tanpa berpikir sama sekali. Ia tersenyum manis, membuat Alfa makin mengagumi sosok sahabatnya ini. Alfa tahu, Anjani selalu punya alasan dibalik semua kata-katanya.

"When I decided to dream big, I've decided to work harder than before." Anjani tersenyum lagi, kali ini sambil memandang Alfa penuh keyakinan. "Mimpilah sebesar-besarnya selagi mimpi itu gratis dan nggak bayar. Tapi jangan lupa juga, usaha lebih besar untuk mewujudkannya. Karena mimpi tanpa usaha selamanya hanya akan jadi mimpi."

xoxo, mute :)

No comments:

Post a Comment