Thursday, March 6, 2014

Guilty Pleasure



Ngomongin guilty pleasure, pastinya udah nggak asing lagi buat gue atau kita semua. Gue rasa setiap orang pasti punya guilty pleasure-nya sendiri-sendiri. Dan kalau ditanya apa sebenernya guilty pleasure gue, gue bakalan jawab; banyaaaaaaak! Salah satunya nonton infotainment lol.

Sorry not sorry ya, tapi kalau boleh jujur sih ya emang gitu. Gue sebenernya bukan tipe orang yang suka bergosip ria dan mengurus urusan orang apalagi orangnya nggak gue kenal. Masalahnya, urusan hidup gue aja udah banyak banget, ngapain juga gue harus repot ngurusin urusan orang yang bahkan nggak gue kenal, kurang kerjaan banget. It's wasting time, guys!

Tapi somehow, kadang walaupun males nonton acara gosip yang sekarang berkembang menjadi acara drama ala-ala sinetron lebay (yup, you can see how the host talking with dramatic voice and expression, eww), gue kadang suka nggak sadar sendiri dan malah mantengin tv di saluran yang tengah nayangin acara gosip tersebut. Munafik ya kedengerannya? Tapi itu manusiawi. Kadang namanya manusia pasti mengalami masa-masa di mana mereka bilang benci sesuatu padahal sebenernya secara nggak sadar tetap melakukan sesuatu yang mereka benci. Ya kayak gue gini misalnya. Atau kayak temen-temen gue di luar sana yang banyak bilang "I'm not into kpop" atau "gue benci banget sama korea-koreaan", tapi beberapa bulan kemudian nge-tweet abis nonton drama korea atau tiba-tiba sms gue dan heboh ber-capslock "MUT TOLONGIN GUE!!! KIM SOOHYUN YANG DI MAN FROM ANOTHER STAR GATENG BANGET YAA!"

lmao.
Yes, seperti yang gue bilang barusan. Itu namanya guily pleasure.

Kadang kita benci atau nggak suka melakukan seuatu hal, tapi kalau kita melakukannya ada sebuah kepuasan sendiri atau gimana. Kayak gue gitulah, yang nggak suka gosip tapi kalau nonton infotainment suka ketawa-tawa sendiri ngomentarin dandanan artis ibukota yang kelewat wow dengan bedak lapis tujuh atau bulu mata yang melengkung dan jambul yang membentang seluas khatulistiwa.

Selain infotainment, guilty pleasure gue yang lain adalah Girls Day's 기대해. Bagi yang nggak tahu, 기대해 itu adalah lagu dari salah satu girl group asal korea yang beranggotakan 4 orang yang kalau perform pakai suspender trus pantatnya goyang-goyang gitu. Biasanya kalau ngomongin Girls Day, gue sama temen-temen gue pasti sering ngebahas soal perform Mr.Removed mereka yang ancur. Dalam artian, saat perform mereka itu melakukan lipsync. Atau kalau pun nyanyi, hanya satu orang aja yang bener-bener nyanyi. Gara-gara itu gue jadi agak gimana gitu sama mereka. Tapi lama kelamaaan gara-gara keseringan membahas mereka, tiba-tiba aja gue jadi suka lagunya. Shoooot, guilty pleasure banget kan. Hahaha.

Dan guilty pleasure gue yang lainnya lagi (iya makanya tadi gue bilang banyak) adalah twitter.

Yes, believe me, don't even try to download your twitter's archive if you aren't ready yet for it. Karena gue mengalaminya haha. Jadi ceritanya, kemarin gue iseng nge-download arsip tweets lama gue dari awal gue punya twitter sekitar tahun 2009-an sampai sekarang. Dan guess what, ternyata di sana ada banyaaaaaaaaak banget tweets yang kalau gue baca lagi sekarang, gue jadi jijik sama diri gue sendiri dan bertanya; am I wrote those tweets? Really? Emagod. It must be something wrong with my brain kkk.

Tapiiii, yups ternyata menertawai diri gue sendiri akan tweets-tweets yang gue tulis waktu itu adalah bagian dari guilty pleasure juga. Seperti yang Raditya Dika pernah katakan dalam tweet-nya atau stand up comedy-nya (halah), semua orang terutama di indonesia pasti akan mengalami fase perumbuhan seperti ini; lahir-bayi-balita-anak2-remaja-alay-dewasa. Jadi kesimpulannya adalah.. alay itu salah satu proses pendewasaaan. Lo nggak akan dewasa kalau belum pernah ngalamin masa-masa alay. YEAY WHATEVER BANG!

Tapi lucky me, gue pernah alay (lol)
I admit it, sewaktu SMP gue pernah terbawa arus mengetik sms dengan tulisan gede-kecil yang kemudian gue pusing sendiri bacanya. Jadi saat teman-teman gue masih terserang virus itu, gue menyudahinya dengan kembali menulis normal. Yes guys, i'm a lazy texter. Kadang, buat ngetik atau nge-reply sms atau whatsapp atau whatever gue aja males (kecuali ngetik novel atau fanfic ya itu beda urusan), apalagi ngetik dengan gede-kecil gitu. Ih, menguras tenaga banget. 

Lalu, gue juga pernah mengalami masa-masa nge-tweet lebay tentang gebetan semasa SMA, yang kalau gue baca lagi tweet-nya sekarang, I'm shivering. Dan yang paling parah, dan yang paling bikin merinding adalah tweet-an gue tentang korea-koreaan yang kelewat eww saat zaman-zaman 2009-2010-an. Dulu gue berpikir, it's fine, tapi sekarang saat baca lagi jadi kayak eww I'm annoying banget ya. Bless my followers  yang masih bertahan mem-follow twitter gue sampai sekarang lol.

Tapiiii guilty pleasure-nya dari membaca-baca tweets lama tuh.. lo seperti bisa kembali mengenang masa-masa saat lo nge-tweet tentang hal tersebut. Dengan membuka arsip tweet lama gue, contohnya gue bisa mengenang masa-masa zaman SMA gue lagi yang tbvh gue kangenin banget sekarang. Masa-masa masih sering galau di kelas 10, seneng-seneng dan jalan-jalan mulu di kelas 11 (ya walau jalan-jalannya ke hokben sama gramed mulu), dan masa-masa stress pusing dan desprate saat mikirin ujian di kelas 12.

Dan... hal menyenangkan lainnya dengan membuka arsip lama itu.. lo juga akan menemukan tweets tak terduga yang kalau lo baca lagi sekarang, lo bakalan spontan bilang; "eh emang iya ya si ini pernah nge-tweet gini? serius? nggak mungkin banget!". Kayak contohnya, tweets yang satu ini:
.
Bahkan sampai detik ini, gue masih nggak percaya Citra (temen gue yang sangat western itu) bisa nge-tweet seperti ini. lol

Atau, tweet tak terduga lainnya yang seperti ini;

see the date guys, 25dec2009 dan gue sudah berkeinginan untuk menerbitkan novel. Entah, bacanya seperti... oh ternyata gue sudah punya mimpi jadi penulis sejak dulu ya :) (tapi nggak pernag kesampean sampai sekarang) dan juga merasa seperti "Mut, 2014 aja tulisan lo masih acak-acakan, gimana bisa di 2009 lo berharap seperti ini lol) hahaha.

Dan sebenernya masih banyak tweets lain yang nggak kalah lucuk kalau dibaca-baca sekarang. Seperti tweets-an gue tentang awal-awal suka shinee dan juga tweets down gue yang nggak lolos PTN dan lainnya. Nggak perlu lah gue screencaps, anggep aja itu sejarah haha.

Walaupun tweets lama gue adalah bagian dari gulity pleasure gue, yang kalau dibaca lagi sekarang agak gimana gitu... tapi gue sama sekali nggak punya niat untuk menghapusnya atau malu untuk mengakuinya. Biar bagaimana pun juga, dulu saat gue nge-tweet seperti itu, gue merasa sangaaaaaat bahagia. Dan gue rasa, kayaknya gue nggak perlu menyesali sesuatu yang dulu pernah gue lakukan dengan bahagia. Ya, kan guys

Gue rasa, hidup juga seperti itu. Mungkin ketika 2020 nanti (kalau gue masih diberi umur panjang tentunya, amin), gue juga akan menertawakan tindakkan gue yang gue lakukan (misalnya) di tahun ini, dan gue yakin akan seperti itu seterusnya. Tapi, gue pikir itulah yang nama proses. Kita nggak akan pernah mencapai tahap sekarang kalau saja  kita nggak pernah melakukan hal-hal seperti itu di masa lalu. Intinya sih, jangan pernah menyesali sesuatu tentang hidup kita di masa lalu, guys. Apalagi jika sesuatu itu pernah membuat lo merasa begitu bahagia.

xoxo, mute :)

No comments:

Post a Comment